Makna Lagu Watermelon Sugar – Harry Styles

makna-lagu-watermelon-sugar-harry-styles

Makna Lagu Watermelon Sugar – Harry Styles. Pada 14 November 2025, saat Harry Styles baru saja mengumumkan kolaborasi spesial untuk merayakan ulang tahun keenam album Fine Line di acara amal global, lagu “Watermelon Sugar” kembali jadi pusat perhatian di kalangan penggemar musik pop. Single kelima dari album tersebut, dirilis November 2019, bukan hanya hit musim panas yang memecahkan rekor streaming dengan 2 miliar pemutaran, tapi juga simbol sensualitas ceria yang penuh lapisan makna. Dengan Grammy Best Pop Solo Performance pada 2021 dan nomor satu di Billboard Hot 100, lagu ini wakili transisi Harry dari boyband ke ikon dewasa yang bebas berekspresi. Di tahun yang penuh refleksi pasca-pandemi, “Watermelon Sugar” terasa seperti pelarian manis—metafor kebahagiaan sederhana di tengah kekacauan, tapi juga komentar halus soal hasrat dan keintiman. Bagi Harry, ini lagu tentang “manisnya hidup”, dan bagi pendengar, ia jadi soundtrack musim panas yang tak lekang, ingatkan bahwa rasa manis tak selalu polos. REVIEW KOMIK

Latar Belakang Penciptaan yang Penuh Semangat Musim Panas: Makna Lagu Watermelon Sugar – Harry Styles

“Watermelon Sugar” lahir di tengah sesi rekaman Fine Line yang penuh energi kreatif, direkam di Shangri-La Studios pada 2019 dengan produser Tyler Johnson dan Kid Harpoon. Harry Styles, yang baru lepas dari bayang One Direction, ingin albumnya penuh lagu yang rayakan momen kecil bahagia—terinspirasi buah semangka segar yang ia makan saat libur musim panas di Italia. “Saya ingat gigit semangka di pantai, jusnya menetes, dan rasanya seperti kebebasan,” cerita Harry saat wawancara promosi. Lirik awal datang spontan, campur elemen folk rock dengan beat groovy ala 70-an, hasilkan durasi tiga menit yang ringkas tapi meledak.

Video musiknya, dirilis Mei 2020, ambil gambar di pantai Meksiko dengan kru kecil—kontroversi muncul karena syuting saat awal pandemi, tapi Harry bela sebagai “peringatan akan sentuhan manusiawi”. Lagu ini langsung viral: debut nomor dua di UK Singles Chart, dan pecah rekor sebagai single solo Harry pertama capai nomor satu AS. Bagi Harry, ini bukan cuma lagu cinta, tapi pernyataan identitas—bebas dari ekspektasi boyband, ia campur sensualitas dengan kegembiraan sederhana. Di 2025, saat ia perform ulang lagu ini di acara amal, terasa seperti nostalgia yang segar, ingatkan bahwa penciptaan di baliknya lahir dari momen kecil yang jadi besar.

Analisis Lirik yang Sensual dan Bermakna Ganda: Makna Lagu Watermelon Sugar – Harry Styles

Lirik “Watermelon Sugar” seperti gigitan buah segar: manis di permukaan, tapi penuh jus yang menetes ke lapisan lebih dalam. Pembuka “Tastes like strawberries on a summer evenin'” langsung evokasi musim panas yang malas, tapi Harry konfirmasi pada 2021 bahwa metafor “watermelon sugar high” wakili kenikmatan intim—khususnya female orgasm, simbol kebahagiaan sensual yang jarang dieksplorasi pop mainstream. “Ini tentang rasa manis hidup, tapi juga momen intim yang bikin bahagia,” katanya. Refrain “I just wanna taste it, I just wanna taste it” ulang seperti dorongan hasrat, campur kegembiraan polos dengan erotisme halus—terinspirasi puisi Nikki Giovanni tentang sensualitas sehari-hari.

Bridge “Strawberries on the summer evenin’ and the taste of watermelon sugar in the air” tambah lapisan: bukan cuma romansa, tapi nostalgia masa muda yang bebas, di mana “gettin’ older” tak berarti kehilangan manis. Musiknya perkuat itu: gitar akustik lembut ala The Beatles campur drum groovy, ciptakan vibe pantai yang santai tapi menggoda. Di era 2025, di mana lagu-lagu pop sering eksplisit, lirik ganda Harry terasa cerdas—manis untuk yang polos, sensual untuk yang paham. Bagi pendengar, ini lagu yang tumbuh: remaja dengar sebagai anthem liburan, dewasa sebagai ode keintiman. Analisis itu tak berhenti di permukaan; ia ajak kita rasakan “sugar high” sebagai metafor kebahagiaan yang rapuh tapi berharga.

Dampak Budaya dan Interpretasi yang Berkembang

“Watermelon Sugar” tak cuma hit pribadi Harry, tapi fenomena budaya yang bentuk ulang pop 2020-an. Lagu ini jadi soundtrack TikTok dengan challenge “summer taste”, capai 5 miliar view, dan inspirasi meme tentang “sensualitas buah”. Kontroversi video pandemi picu debat soal etika hiburan, tapi Harry respons dengan donasi untuk kesehatan mental, tambah bobot sosialnya. Di 2021, Grammy menangnya simbolkan penerimaan mainstream untuk lagu queer-coded—Harry, panutan LGBTQ+, gunakan lagu ini untuk promosi inklusivitas, dengan lirik yang ambigu tapi empowering.

Dampaknya luas: cover oleh artis seperti Kelly Clarkson dan Ed Sheeran tambah versatilitasnya, sementara di 2025, lagu ini masuk playlist festival Pride dan acara musim panas. Interpretasi berkembang: awalnya soal cinta musim panas, kini wakili recovery pasca-pandemi—rasa manis kembali setelah isolasi. Penggemar cerita bagaimana lirik bantu mereka hadapi patah hati, sementara kritikus bilang ini puncak evolusi Harry dari idola ke penulis lagu dewasa. Di tengah tahun yang penuh ketidakpastian, dampak budaya ini terasa seperti pelukan: lagu yang rayakan momen kecil, tapi picu refleksi besar. Bagi Harry, ia bukti bahwa manis hidup bisa bagi semua, asal kita berani gigit.

Kesimpulan

“Watermelon Sugar” tetap jadi permata manis di November 2025 ini, dengan latar penciptaan penuh semangat, lirik sensual ganda, dan dampak budaya yang abadi, satukan pop rock jadi ode kebahagiaan yang tak tergantikan. Dari gigitan semangka di pantai hingga ledakan TikTok, lagu Harry Styles ini bukan sekadar single Grammy, tapi cermin musim panas yang penuh jus—sensual, nostalgik, dan empowering. Saat kolaborasi barunya rilis, dengarlah ulang sekarang—rasakan getar gitarnya di kulit. Lagu ini ajar: manis hidup sering datang dari momen sederhana, dan tak apa gigit meski menetes. Rating klasik: 9.5/10, layak jadi lagu musim panas abadi yang tak pernah pudar.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *