Review Makna Lagu Circles: Lingkaran Cinta Tak Berujung. Lagu Circles milik Post Malone, yang dirilis pada Agustus 2019 sebagai single utama dari album Hollywood’s Bleeding, tetap menjadi salah satu karya paling relatable dan emosional di katalognya. Dengan produksi mid-tempo yang dreamy, gitar akustik lembut, dan vokal Post yang penuh kerapuhan, lagu ini terasa seperti perjalanan melingkar yang tak pernah selesai. Makna utamanya sederhana tapi menyayat: cinta yang berputar-putar dalam lingkaran tanpa akhir—kembali lagi dan lagi ke orang yang sama meski tahu hubungan itu toksik dan menyakitkan. Frasa “We couldn’t turn around ’til we were upside down” langsung menggambarkan situasi di mana dua orang terus berputar dalam pola yang sama, tak bisa lepas, tapi juga tak bisa maju. REVIEW FILM
Lirik yang Menggambarkan Lingkaran Cinta yang Beracun: Review Makna Lagu Circles: Lingkaran Cinta Tak Berujung
Post Malone membuka lagu dengan gambaran jujur: “We couldn’t turn around ’til we were upside down / I’ll be the bad guy now, but no, I ain’t too proud”. Baris ini menunjukkan penerimaan bahwa ia rela jadi “penjahat” dalam cerita ini demi menjaga hubungan tetap hidup, meski sadar itu salah. Chorusnya berulang seperti mantra: “Seasons change and our love went cold / Feed the flame ’cause we can’t let go / Run away, but we’re running in circles / Run away, run away”. Kata “running in circles” jadi inti lagu—upaya terus-menerus untuk kabur dari masalah, tapi akhirnya kembali ke titik yang sama.
Verse kedua semakin dalam: “I dare you to do something / I’m waiting on you again, so I don’t take the blame”. Di sini terungkap rasa frustrasi dan saling tunggu—keduanya ingin yang lain berubah duluan, tapi tak ada yang bergerak, sehingga lingkaran terus berputar. Baris “Run away, but we’re running in circles” diulang dengan nada semakin putus asa, seolah menyadari bahwa setiap kali mencoba pergi, mereka justru kembali lebih dalam. Metafor lingkaran ini sangat kuat: tak ada garis lurus menuju akhir yang bahagia atau putus total, hanya putaran tanpa henti antara cinta, sakit, dan harapan palsu.
Konteks Penciptaan dan Penjelasan Post Malone: Review Makna Lagu Circles: Lingkaran Cinta Tak Berujung
Post Malone menulis “Circles” saat sedang melalui fase pribadi yang rumit, termasuk hubungan yang penuh drama dan kecanduan. Ia pernah bilang lagu ini terinspirasi dari pola hubungan yang berulang—kembali lagi ke orang yang sama meski tahu itu tidak sehat. Dalam wawancara, Post jelaskan bahwa “Circles” tentang “being stuck in a loop with someone you love but can’t make it work”. Ia ingin lagu ini terasa seperti perasaan jatuh cinta yang terus-menerus, tapi juga menyakitkan karena tak pernah berkembang. Produksi oleh Post sendiri bersama Louis Bell dan Happy Perez beri nuansa pop-rock yang melankolis—seperti campuran 80-an synth dengan folk modern—membuat lagu terasa intim sekaligus luas. Post bilang ia ingin pendengar merasa “this is exactly how it feels when you’re trapped in a cycle”.
Makna Lebih Dalam dan Dampak Budaya
Di balik melodi yang enak didengar, “Circles” bicara tentang toxic cycle dalam hubungan: tahu bahwa pola ini merusak, tapi sulit lepas karena cinta masih ada. Frasa “Run away, but we’re running in circles” jadi representasi sempurna dari orang-orang yang terus bilang “kali ini terakhir” tapi kembali lagi. Lagu ini juga menyentuh tema self-awareness—Post sadar ia bagian dari masalah itu, tapi tetap terjebak. Kesuksesannya luar biasa—nomor satu di Billboard Hot 100 selama beberapa minggu, streaming miliaran kali—menunjukkan betapa banyak orang relate dengan tema “lingkaran cinta tak berujung” ini. Di media sosial, lagu jadi soundtrack banyak cerita on-off relationship, pengakuan “toxic ex”, dan refleksi diri tentang kenapa kita sulit move on.
Kesimpulan
“Circles” bukan sekadar lagu pop ballad yang catchy, tapi cerminan jujur tentang cinta yang berputar dalam lingkaran tanpa akhir—kembali lagi dan lagi ke orang yang sama meski tahu itu menyakitkan. Dengan lirik penuh kerapuhan dari Post Malone, lagu ini tangkap esensi “lingkaran cinta tak berujung”: rasa sakit yang manis, harapan palsu, dan ketidakmampuan lepas dari pola beracun. Hingga kini, “Circles” tetap jadi teman bagi siapa saja yang pernah terjebak dalam hubungan berulang, mengingatkan bahwa kadang kita terus berlari—tapi hanya mengelilingi titik yang sama. Lagu ini timeless karena kejujurannya: cinta kadang memang seperti lingkaran, indah tapi melelahkan.
