Review Makna Lagu Bad Guy: Pemberontakan terhadap Norma

Review Makna Lagu Bad Guy: Pemberontakan terhadap Norma

Review Makna Lagu Bad Guy: Pemberontakan terhadap Norma. Lagu “bad guy” dari Billie Eilish, yang dirilis pada 29 Maret 2019 sebagai single kelima dari album debut When We All Fall Asleep, Where Do We Go?, masih menjadi salah satu anthem paling ikonik di era pop modern. Di awal 2026 ini, track ini terus relevan—baru saja masuk daftar Top 250 Greatest Songs of the 21st Century di Rolling Stone pada 2025, muncul kembali di chart alternatif Billboard berkat lonjakan streaming musiman, dan sering disebut sebagai lagu yang mendefinisikan generasi Z. Dengan produksi minimalis berbasis bass berat, vokal whispery yang nonchalant, dan lirik penuh sarkasme, “bad guy” bukan sekadar hit catchy; ia adalah pemberontakan halus terhadap norma sosial, gender, dan ekspektasi persona. Review ini mengupas bagaimana lagu ini menantang konsep “tough guy” sambil merayakan identitas yang tak konvensional, membuatnya tetap powerful hingga kini. ARTI LAGU

Latar Belakang Rilis dan Produksi Lagu Bad Guy: Review Makna Lagu Bad Guy: Pemberontakan terhadap Norma

Billie Eilish, yang saat itu berusia 17 tahun, menulis “bad guy” bersama saudaranya Finneas O’Connell di kamar tidur mereka di Los Angeles. Inspirasi datang dari berbagai sumber tak terduga: theme song Selena Gomez untuk Wizards of Waverly Place, musik video game Plants vs. Zombies karya Laura Shigihara, serta beat dari rapper seperti J.I.D dan Isaiah Rashad. Billie ingin menciptakan sesuatu yang fun, ironic, dan berbeda dari balada emosional sebelumnya—hasilnya adalah electropop dengan nuansa pop-trap dan nu-goth yang minimalis, hanya mengandalkan bass drop, suara klik-klik ritmis, dan vokal setengah berbisik.
Rilis lagu ini jadi turning point: debut di nomor 74 Billboard Hot 100, lalu naik hingga nomor satu selama sembilan minggu non-konsekutif pada 2019, mengakhiri rekor 19 minggu “Old Town Road”. Remix dengan Justin Bieber rilis Juli 2019 menambah popularitas. Video musiknya quirky—Billie mengenakan baju putih dengan hidung berdarah, menari di ruang gelap, dan bermain dengan elemen absurd—langsung viral, mencapai miliaran views. Lagu ini memenangkan Grammy Record of the Year dan Song of the Year 2020, serta jadi single terlaris Billie hingga kini, dengan sertifikasi diamond dan streaming ratusan juta.

Analisis Makna Lirik Lagu Bad Guy: Pemberontakan terhadap Norma

Lirik “bad guy” penuh taunt dan sarkasme, dimulai dengan “White shirt now red, my bloody nose / Sleepin’, you’re on your tippy toes” yang menggambarkan kekerasan halus dan kontrol. Chorus utama “So you’re a tough guy / Like it really rough guy / Just can’t get enough guy / Chest always so puffed guy” langsung mengejek pria yang berpura-pura tangguh. Billie membalik narasi: “I’m that bad type / Make your mama sad type / Make your girlfriend mad type / Might seduce your dad type / I’m the bad guy, duh”.
Ini adalah pemberontakan terhadap norma gender—Billie mengklaim peran “bad guy” yang biasanya maskulin, menolak ekspektasi perempuan untuk jadi pasif atau manis. Lirik seperti “I like it when you take control / Even if you know that you don’t” menunjukkan permainan power dynamic: ia pura-pura submissive tapi sebenarnya dominan. Ada elemen misandry ringan dan humor gelap: “My mommy likes to sing along with me / But she won’t sing this song / If she reads all the lyrics / She’ll pity the men I know”.
Billie sendiri bilang lagu ini mengejek orang yang terus-menerus memproyeksikan image “bad” atau “tough”—mereka yang bilang “aku bad bitch” tapi sebenarnya tidak. Ia menantang persona palsu, termasuk miliknya sendiri, sambil merayakan kebebasan untuk jadi “bad” tanpa malu. “Duh” di akhir chorus jadi penutup sarkastik yang sempurna, menegaskan: ini bukan serius, tapi tetap powerful.

Dampak Jangka Panjang dan Relevansi di 2026: Review Makna Lagu Bad Guy: Pemberontakan terhadap Norma

“Bad guy” mengubah paradigma pop: membuktikan artis muda bisa mendominasi dengan sound DIY, lirik provokatif, dan penolakan norma. Lagu ini jadi soundtrack pemberontakan remaja, viral di TikTok, challenge dance, dan meme. Dampaknya besar—Billie sweep Grammy, album debutnya terjual jutaan, dan “bad guy” masuk daftar lagu terhebat abad ini.
Di 2026, relevansinya tak pudar. Dengan diskusi gender fluidity, mental health, dan anti-performa di media sosial, pesan lagu ini masih menyentuh. Lonjakan chart alternatif akhir 2025 menunjukkan lagu ini tetap hidup, sering diputar ulang sebagai anthem self-empowerment. Generasi baru melihatnya sebagai contoh bagaimana menolak label dan merangkul identitas autentik, bahkan jika berarti jadi “bad guy” di mata orang lain.

Kesimpulan

“bad guy” dari Billie Eilish adalah pemberontakan cerdas terhadap norma: mengejek persona palsu, membalik ekspektasi gender, dan merayakan kekuatan dalam sarkasme serta kebebasan diri. Dengan produksi inovatif, lirik tajam, dan vibe nonchalant, lagu ini tak hanya menduduki chart tapi juga mengubah cara kita melihat identitas di era digital. Di tengah dunia yang masih penuh tekanan untuk tampil sempurna, “I’m the bad guy, duh” tetap jadi pernyataan berani: tak perlu jadi baik untuk jadi powerful. Billie telah menciptakan anthem abadi yang mengajak kita semua untuk berhenti berpura-pura dan mulai merangkul sisi “bad” kita sendiri.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *