Makna Lagu Naluri Lelaki – Samsons

makna-lagu-naluri-lelaki-samsons

Makna Lagu Naluri Lelaki – Samsons. “Naluri Lelaki” menjadi lagu pembuka sekaligus judul album debut Samsons pada 2005 yang langsung meledak dan mengukuhkan mereka sebagai salah satu band pop rock papan atas Indonesia era itu. Lagu ini bukan sekadar anthem maskulin biasa, melainkan pernyataan tegas tentang insting pria yang tak bisa lagi menahan rasa cinta meski tahu risikonya besar. Dengan riff gitar yang menggeber dan vokal penuh power, lagu ini sampai sekarang masih sering diputar di radio, kafe, bahkan jadi lagu wajib saat karaoke cowok-cowok lagi patah hati. BERITA BASKET

Latar Belakang dan Proses Penciptaan: Makna Lagu Naluri Lelaki – Samsons

Samsons yang saat itu masih beranggotakan Aria Baron, Irfan Aulia, Erik, Andre, dan Aldy merilis album “Naluri Lelaki” di bawah naungan label besar. Lagu ini diciptakan oleh Aria Baron dan Irfan, terinspirasi dari pengalaman pribadi mereka melihat teman yang terus-terusan menahan rasa karena takut ditolak. Mereka ingin membuat lagu yang jujur: pria juga manusia, punya batas kesabaran, dan kadang naluri untuk memperjuangkan cinta lebih kuat daripada logika. Hasilnya, lagu berdurasi 4 menit lebih ini langsung jadi single pertama dan menduduki tangga lagu teratas selama berminggu-minggu.

Makna Lirik: Perang antara Logika dan Insting: Makna Lagu Naluri Lelaki – Samsons

Liriknya sangat lugas tapi penuh emosi. Di verse pertama sudah langsung terasa kegelisahan: “Aku ingin bicara tapi tak tahu harus bagaimana, aku ingin memandangmu tapi tak mampu.” Ini gambaran pria yang sudah terlalu lama diam, sampai akhirnya naluri mengambil alih.

Chorus menjadi ledakan paling ikonik: “Naluri lelaki ingin memilikimu, naluri lelaki ingin menjagamu, walau ku tahu kau tak pernah mencintaiku, namun ku tetap mencintaimu.” Di sini jelas terlihat kontradiksi yang disadari penuh: dia tahu cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi insting pria untuk melindungi dan memiliki tetap menguasai. Bukan soal ego semata, tapi dorongan alami yang tak bisa dibendung. Bagian bridge “tak peduli kau mencintaiku atau tidak” mempertegas bahwa perjuangan ini bukan lagi soal balasan, tapi soal harga diri dan keberanian mengungkapkan.

Dampak dan Resonansi di Masyarakat

Lagu ini langsung jadi soundtrack para pria yang sedang mengejar atau mempertahankan cinta yang sulit. Di tahun 2005–2007, hampir setiap konser Samsons penonton laki-laki ikut teriak bareng di bagian chorus. Bahkan sampai sekarang, lagu ini sering dipakai di sinetron, FTV, atau konten TikTok saat cowok lagi “beraniin diri” ngungkapin perasaan. Maknanya yang universal—tentang keberanian menghadapi penolakan—membuat lagu ini tetap relevan di era dating app, di mana banyak pria masih ragu untuk “shoot their shot”.

Kesimpulan

“Naluri Lelaki” lebih dari sekadar lagu galau pria. Ia adalah pernyataan jantan yang jujur: mencintai itu kadang tak butuh logika, cukup nyali dan ketulusan. Samsons berhasil mengemas perasaan rumit itu dalam riff gitar yang ngerock dan lirik yang mudah dihafal, sehingga lagu ini tetap hidup dua dekade kemudian. Bagi yang pernah (atau sedang) berada di posisi “aku tahu dia nggak suka, tapi aku tetap mau berjuang”, lagu ini seperti teman yang mengatakan: itu manusiawi, itu naluri, dan itu tidak apa-apa. Sampai sekarang, setiap kali nada pembuka dimainkan, ribuan pria di Indonesia masih ikut bernyanyi—bukti bahwa naluri itu memang tak pernah mati.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *